Dari Sini Semua Bermula

wira-islamic-parentingBanyak orang yang menginginkan pendidikan terbaik untuk putra-putri mereka sejak dini. Seolah tidak ingin ada jeda sedikit pun bagi anak-anak mereka untuk mendapatkan pendidikan, melainkan pendidikan itu yang terbaik bagi mereka. Tapi kapankah sebenarnya pendidikan terbaik itu dimulai?

Dikisahkan oleh sebagian ulama bahwa dahulu ada seorang laki-laki yang baru saja mendapatkan seorang anak. Ini adalah anak pertama baginya. Karena semangatnya untuk memberikan pendidikan terbaik untuk anaknya sedini mungkin, maka dia pun membawa bayinya tadi kepada seorang yang alim. Dia pun mengatakan kepada sang alim,

“Wahai Syaikh, berikanlah arahan kepadaku! Aku ingin memberikan pendidikan terbaik untuk anakku sedini mungkin!”

Sang alim kemudian menjawab, “Sedini mungkin? Kalau begitu engkau telah terlambat…”

Terlambat? Anak bayi yang dia bawa baru saja dilahirkan. Bagaimana mungkin bisa terlambat? Lantas kapan seharusnya proses pendidikan anak itu dimulai?

Jawabannya, proses pendidikan anak-anak kita telah dimulai ketika kita mulai mencari siapa pasangan hidup kita, siapa yang menjadi partner sejati kita untuk mendidik anak-anak kita.

Oleh karena itu, di dalam Islam, kita diarahkan untuk mencari pasangan hidup yang baik agamanya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِذَا خَطَبَ إِلَيْكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ دِينَهُ وَخُلُقَهُ فَزَوِّجُوهُ، إِلَّا تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ، وَفَسَادٌ عَرِيضٌ

“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhoi agama dan akhlaqnya untuk melamar putri kalian, maka nikahkanlah. Apabila kalian tidak melakukannya, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan yang besar.” (HR. At Tirmidzi)

Kita tidak diarahkan untuk menjadikan keindahan fisik, banyaknya materi atau tingginya kedudukan sebagai patokan untuk memilih pasangan hidup kita.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِدِيْنِهَا. فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّيْنِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

“Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah olehmu wanita yang baik agamanya, maka engkau akan beruntung.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kenapa laki-laki diperintahkan untuk menjadikan agama sebagai patokan utama dia memilih pasangan hidup? Salah satu sebabnya adalah wanita memiliki peran yang cukup mendominasi di dalam pembentukan keluarga Islami.

Di antara peran yang amat menonjol dari seorang wanita muslimah di sebuah keluarga adalah perhatiannya terhadap pertumbuhan anak yang dilahirkan. Karena ibulah sosok yang paling awal dikenal dan dekat dengan anak, maka peranannya dalam pendidikan dan proses pembentukan karakter si anak akan tampak lebih dominan.

Dan memang pada umumnya, tumbuh dan berkembangnya aspek manusia baik fisik, psikis, mental, sosial dan spiritual, sangat dipengaruhi oleh peran ibu sebagai pendidiknya. Seorang wanita muslimah yang berada di lingkungan keluarga yang kondusif sangat berperan besar dalam hal optimalisasi perkembangan akidah, akhlak, mentalitas, kecerdasan, dan kreativitas anak menuju batas-batas kebaikan dan hal-hal yang manusiawi, yang tentunya semua itu akan terbimbing dan terarah di bawah naungan Al Qur’an dan As Sunnah.

Selain itu, yang perlu jadi perhatian kita juga adalah di rumah tangga kaum muslimin banyak terjadi ketidaksamaan visi antara pasangan suami istri dalam mendidik anak mereka.

Bapaknya ingin putrinya berhijab, membatasi pergaulan, akan tetapi ibunya malah ingin mengekspos kecantikan putrinya, menjadikan anaknya sebagai model dan malah melarang anaknya untuk menggunakan hijab. Sebaliknya ada pula ibu yang suka anaknya belajar agama, berpegang teguh dengan syariat Allah, akan tetapi bapaknya lebih suka anaknya disibukkan dengan kegiatan-kegiatan yang menjauhkan dirinya dari agama.

Oleh karena itu, penting sekali bagi kita untuk mencari pasangan hidup yang tepat. Yang satu visi dalam masalah anak, yaitu memberikan pendidikan terbaik kepada mereka, tentunya dengan tuntutan syariat Allah. Inilah sesungguhnya langkah awal kita memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Wallahu a’lam.

~WMB~

Be Sociable, Share!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *