Sibukkan Anak dengan Kegiatan Positif

SIBUKKAN ANAK KITA DENGAN KEGIATAN POSITIF –Ibnul Qayyim

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan,

ويجنبه الكسل والبطالة والدعة والراحة بل يَأْخُذهُ بأضدادها وَلَا يريحه إِلَّا بِمَا يجم نَفسه وبدنه للشغل فَإِن الكسل والبطالة عواقب سوء ومغبة نَدم وللجد والتعب عواقب حميدة إِمَّا فِي الدُّنْيَا وَإِمَّا فِي العقبى وَإِمَّا فيهمَا فأروح النَّاس أتعب النَّاس وأتعب النَّاس أروح النَّاس فالسيادة فِي الدُّنْيَا والسعادة فِي العقبى لَا يُوصل إِلَيْهَا إِلَّا على جسر من التَّعَب

“Hendaknya para orang tua menjauhkan anaknya dari sifat malas, suka menganggur, sifat manja dan suka bersantai-santai. Akan tetapi sebaliknya, jangan biarkan dia beristirahat melainkan setelah fisik dan jiwanya lelah setelah dia sibuk dengan aktivitasnya.

Karena sesungguhnya kemalasan dan sering menganggur adalah penyebab keburukan dan penyesalan. Sebaliknya keseriusan serta kelelahan akan melahirkan dampak yang positif, baik bagi dunia atau akhiratnya, bahkan untuk dunia dan akhiratnya sekaligus.

Orang yang sekarang suka bersantai-santai, kelak akan menjadi orang yang paling capek.

Sebaliknya orang yang rajin, kelak dia akan menjadi orang yang bersantai-santai.

Seseorang tidak akan mendapatkan kemuliaan di dunia serta kebahagiaan di akhirat tanpa harus melewati jembatan keletihan.” (Tuhfatul Maudud, hal 241)

Apa yang disampaikan oleh beliau ini, selaras dengan pepatah yang sering diajarkan oleh orang tua kita dahulu.
“Berakit-rakit ke hulu, berenang ke tepian… Bersakit dahulu, bersenang-senang kemudian..”

Sibukkan anak kita dengan berbagai kegiatan positif.
Buat mereka lelah dengan apa yang bermanfaat bagi masa depan mereka di dunia dan akhirat.

Wallahu a’lam bisshawab.

Be Sociable, Share!
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *